................................Kami memaharkan barang - barang kami yang sudah cocok pada anda....................................
Sabtu, 26 Maret 2011
macam BATU AKIK
http://koleksi.tokobagus.com/batuan-fosil-mineral-dan-lain-lain/?page=3&sort=&perpage=25&imgView=
Pengertian Dejavu dan Rahasia Dibalik Dejavu
Pernahkah kamu mengalami perasaan pernah melakukan kegiatan yang sama persis sebelumnya? Merasakan sebuah kondisi yang sama perisis sebelumnya? Melihat dan mendengar hal yang sama sebelumnya? Hal ini memang terkadang sangat membingungkan karena pada saat itu pula kita tidak mampu mengingat kapan dan dimana pernah melakukan kegiatan tersebut. Hal tersebut seolah-olah ada dalam mimpi namun kenapa bisa benar-benar terjadi. Inilah misteri yang biasa disebut orang dengan Dejavu.
Berdasarkan penelitian, 70% manusia di bumi pernah merasakan déjà vu. Jadi, fenomena psikologis tersebut adalah hal yang sangat wajar dan bukan merupakan suatu kutukan atau karma sebagaimana banyak dipercayai orang. Déjà vu berasal dari bahasa Prancis yang artinya "pernah lihat". Maksudnya, mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Di Yunani, fenomena ini disebut dengan paramnesia yang merupakan gabungan kata para artinya adalah "sejajar" dan mnimi artinya "ingatan".
Kenapa déjà vu bisa terjadi?
Pertanyaan yang mundul kemudian adalah mengapa déjà vu bisa terjadi? Jangan dulu berpikiran bahwa ini adalah fenomena alam yang tidak mampu dijelaskan secara ilmiah karena para ilmuan telah menemukan jawaban akan fenomena yang ada dalam alam pikiran manusia tersebut. Déjà vu terjadi karena adanya gelombang yang diantarkan ke dalam otak. Gelombang tersebut tercipta setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Gelombang ini lalu diterjemahkan ke dalam bentuk impuls listrik lalu dikirim ke otak dan dibaca. Tapi ada kalanya otak kita memiliki sensitivitas tinggi sehingga gelombang yang dibaca berupa amplitudo dan frekuensi tertentu tergantung dari kualitas otak kita.
Contoh sederhananya suatu waktu kita dalam hati mendendangkan sebuah lagu. Lalu kita menyalakan radio dan di radio sedang dimainkan lagu yang sedang kita pikirkan tadi. Langsung kita berpikir “déjà vu”. Padahal, ini menunjukkan bahwa gelombang radio yang dikirim oleh stasiun pemancar, selain diterima oleh radio kita, juga dibaca oleh otak kita karena sifat otak kita yang super sensitive dalam menerima gelombang listrik itu tadi.Ada lagi teori lain yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru pertama kali dilihat. Teori yang dikenal dengan nama “optical pathway delay” ini dipatahkan ketika pada bulan Desember tahun lalu ditemukan bahwa orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Déjà vu dipengaruhi usia
Ada pula yang beranggapan bahwa déjà vu ini adalah sebuah penyakit dalam ingatan sehingga semakin tua umur seseorang maka akan semakin sering pula terjadi déjà vu. Seorang ilmuwan asal Jepang dan juga merupakan seorang neuroscientist MIT , Susumu Tonegawa, melakukan eksperimen terkait fenomena ini pada tikus dengan membandingkan ingatan pribadi (episodik) dengan ingatan baru yang tercatat dalam dentate gyrus. Ia menemukan bahwa tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer. Kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.
Macam-macam déjà vu
Déjà vu juga terjadi dalam berbagai bentuk ada yang hanya bisa mengingat secara samara-samar, ada yang hanya mengingat lokasi kejadian, dan ada pula yang mengingat hal-hal yang sangat mendetail. Secara garis besar, déjà vu terdiri dari empat jenis yakni:
1. Déjà Vu
Déjà vu jenis ini yang paling banyak terjadi dimana kita pernah merasakan suatu kondisi yang sama sebelumnya dan yakin pernah terjadi di masa yang lampau dan berulang kali. Sering kali pada saat itu individu akan diikuti oleh perasaan takut, rasa familiar yang kuat, dan merasa aneh.
2. Déjà Vécu
Perasaan yang terjadi pada Deja Vecu lebih kuat daripada déjà vu. Deja vecu seseorang akan merasa pernah berada dalam suatu kondisi sebelumnya dengan ingatan yang lebih detail seperti ingat akan suara ataupun bau.
3. Déjà Senti
Déjà Senti adalah fenomena “pernah merasakan” sesuatu. Suatu ketika kamu pernah merasakan sesuatu dan berkata “Oh iya saya ingat!” atau “Oh iya saya tahu!” namun satu dua menit kemudian sadar bahwa sebenarnya kamu tidak pernah berbicara apa pun.
4. Jamais Vu
Jamais Vu (tidak pernah melihat/mengalami) adalah kebalikan dari déjà vu. Kalau déjà vu mengingat hal-hal yang sebenarnya belum pernah dilakukan sebelumnya, Jamais Vu lain lagi. Tipe déjà vu semacam ini justru tiba-tiba kehilangan memorinya dalam mengingat sesuatu hal yang pernah terjadi dalam diri. Hal ini bisa terjadi karena kelelahan otak.
5. Déjà Visité
Déjà vu tipe ini lebih menitikberatkan pada ingatan seseorang akan sebuah tempat yang belum pernah ia datangai sebelumnya tapi merasa pernah merasa berada pada lokasi yang sama. Déjà Visité berkaitan dengan tempat atau geografi..
Jumat, 25 Maret 2011
BUNG KARNO DAN LEGENDA PUSAKA NYA
Ketika bangsa Indonesia sedang berada pada masa perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah Belanda, Bung Karno pernah secara diam - diam beranjangsana dengan Raja Karaton Kasunanan Surakarta pada sekitar tahun 1930-an. Pada saat itu yang menjadi raja adalah SISKS Pakoe Boewana X, dimana di Ndalem Parang Karso (tempat penerimaan tamu negara) beliau menganugerahkan (meminjamkan?) dua buah pusaka Karaton Kasunanan yaitu Kanjeng Kyai Lepet dan Kanjeng Kyai Lawi.
Kanjeng Kyai Lepet berbentuk sebilah pedang yang panjangnya bilahnya sekitar 60 cm, berpamor adeg (pamor garis tegak lurus dari pangkal pedang) berhiaskan 5 buah bolang. Bolang adalah pamor berbentuk setengah lingkaran yang terletak pada sisi tajam pedang. Kanjeng Kyai Lepet ini bertangguh Pakoe Boewana IV (diperkirakan dibuat pada saat Pakoe Boewana IV bertahta)
Pusaka yang satunya, Kanjeng Kyai Lawi juga berbentuk sebilah pedang, dengan ukuran yang lebih pendek. Dengan pamor pulo tirto, tanpa dihiasi bolang, bertangguh Majapahit.
Tidak ada kejelasan bagaimana tuah kedua pusaka tersebut. Yang jelas, banyak sekali Bung Karno dianugerahi pusaka pusaka Keraton, itu baru yang dari keraton di Jawa entah berapa lagi pusaka Bung Karno dari kerajaan - kerajaan di luar Jawa.
Pada masa akhir pemerintahan Bung Karno, kedua pusaka tersebut (Kanjeng Kyai Lepet dan Kanjeng Kyai Lawi) dikembalikan lagi ke Karaton Surakarta.
Apakah pengembalian tersebut berarti Bung Karno menyadari bahwa "Wahyu Kedaton" sudah tidak lagi berada di tangan beliau? Wallahualam bissawab...
(Disarikan dari berbagai sumber)
Kanjeng Kyai Lepet berbentuk sebilah pedang yang panjangnya bilahnya sekitar 60 cm, berpamor adeg (pamor garis tegak lurus dari pangkal pedang) berhiaskan 5 buah bolang. Bolang adalah pamor berbentuk setengah lingkaran yang terletak pada sisi tajam pedang. Kanjeng Kyai Lepet ini bertangguh Pakoe Boewana IV (diperkirakan dibuat pada saat Pakoe Boewana IV bertahta)
Pusaka yang satunya, Kanjeng Kyai Lawi juga berbentuk sebilah pedang, dengan ukuran yang lebih pendek. Dengan pamor pulo tirto, tanpa dihiasi bolang, bertangguh Majapahit.
Tidak ada kejelasan bagaimana tuah kedua pusaka tersebut. Yang jelas, banyak sekali Bung Karno dianugerahi pusaka pusaka Keraton, itu baru yang dari keraton di Jawa entah berapa lagi pusaka Bung Karno dari kerajaan - kerajaan di luar Jawa.
Pada masa akhir pemerintahan Bung Karno, kedua pusaka tersebut (Kanjeng Kyai Lepet dan Kanjeng Kyai Lawi) dikembalikan lagi ke Karaton Surakarta.
Apakah pengembalian tersebut berarti Bung Karno menyadari bahwa "Wahyu Kedaton" sudah tidak lagi berada di tangan beliau? Wallahualam bissawab...
(Disarikan dari berbagai sumber)
Perawatan BILAH KERIS
Yang dimaksud adalah perawatan teknis. bukan
spiritual.
Pengamatan bilah keris, sebaiknya dilakukan dalam
waktu 2-3 bulan sekali.
Perawatan teknis bilah kens ini dimaksudkan untuk :
(a) Proteksi bilah keris dari kotoran ringan,
(b) Pencegahan timbulnya karat pada bilah keris. Cara Perawatan yang utama adalah pengolesan dengan minyak.
(a) Gunakan minyak hasil industrl {yang sudah leruji kualitasnya). Mlsalnya: minyak mesin jahit Singer atau gun oil,
(b) Jangan menggunakan rrunyak nabati & hewani, buatan tangan. Karena akan mudah menimbutkan amur.
(c) Jangan mengolest tertalu basah. Bilah yang basah minyak secara berfebihan, akan terserap oleh warangka. Akibatnya. warangka jadi ikut berminyak & merusak penampilannya:
(d) Untuk menciptakan aroma "pusaka" minyak industrl tersebut juga bisa diberi campuran minyak cendana, kenanga, dan Iain-Iain.
Apabila bilah keris ternyata dalam keadaan berkarat. harus dilakukan pewarangan.
Mohon hati-hati: pewarangan seharusnya nanya dilakukan bilamana perlu saja,
Bilah keris jangan terlalu sering diwarangi.
Bila terpaksa harus dilakukan pewarangan. paling
cepat setahun sekali. Karena, canan warangan itu
mengerosposkan (korosi) bilah keris.
Dalam melakukan pewarangan, sebaiknya diserahkan
kepadaahlinya,
Simpanlah keris dt tempat yang tidak lembab, atau
terlalu panas
Biasakan menggunakan singep kain yang lembut.
untuk menyelimutr/membungkus keris dalam
warangkanya.
Konsultasi Tosan Aji
MEMANDIKAN PUSAKA
Memandikan pusaka, biasanya hanya dengan air dan kembang seiaman. Sedangkan mewarangi keris. adalah merendam bilah keris dalam larutan kliusus warangan agar pamor muncul. Bilah kerisyangmau diwarangi. pertama-tama harus "dipuUhkan" dulu dengan jalan dibersihkan dan dislkat dengan air jeruk serta sabun (dulu dipakai juga kelerak). Setelah bltah menjadi putih dan bebas karat, barulah Man direndam dalam larutan warangan yang dituang dl blandongan (tempat mewarangi keris dan kayu, atau boleh juga pralon talang). Tentu sa/a, mewarangi ada "Hmu'nya tersendiri, yang hanya dikuasai ofeh ahli mewarangi. Silahkan. percayakan bilah Anda untuk diwarangi oteh ahiinya, Salah-salah, bilah keris Anda malah rusak Jika sembarangan diwarangi. alau terlalu sering diwarangi. Kens cukup diwarangi lima atau sepuluh tahun sekali. bila pertu. Dan jangan lupa bilah keris diminyaki dengan minyak keris, yang biasanya dibumbui aroma pilihan menurut selera pemilik keris.
MENGELUARKAN KERIS DAR1 WARANGKA
Intinya, menghormati benda pusaka. Boleh Anda lakukan boleh tidak. Itulah cara yang biasa dilakukan kaiangan perkerisan, untuk juga menghormat pemilik keris pusaka yang Anda buka. Tentunya, pemilik pun akan tersanjung puia. jika keris miliknya dihormati. Tenlang kenapa mesti ditarik ke sisi kanan tellnga, anggap saja itu sebagai cara yang khas dilakukan oleh kaiangan perkerisan. Seperti halnya militer yang menarik tangan kanannya. dart member) hormat di depan wajah, apabila bertemu sesama militer atau atasannya.
KERIS BISA BERDIRI
Salah satu keistimewaan keris, meski bentuk bilahnya asimetris. la memihki keseimbangan. Salah satu buktinya, bisa diberdirikan di atas warangka meski jika dilihat. posisinya condong. Jadi, kens berdiri bukan karena kerisnya sakti.Itu semata-mata keseimbangan. Memang tidak semua keris bisa diperiakukan seperti itu. apalagi keris-keris yang berharga. Salah-salah. jika terjatuh karena coba-coba diberdirikan malah rusak. Kan sayang.
KENA WARANGAN
Warangan, pada hakikatnya adalah racun. Berbahaya apabila tertusuk atau tergores keris yang sudah diwarangi. Cairan warangan yang pekat, jika Anda pegang, akan memmbulkan kulli gatal-gatal. Warangan memang bersifat korosif, danabrasif. Meski memperindah bilah keris sahingga gurat-gurat pamomya muncul. warangan juga "memakan" bilah. Maka, keris yang terlalu sering diwarangi akan semakin keropos. Warangan yang kering di bilah, tidak begitu membuat kulit gatal. Apalagi kalau sudah diminyaki dengan minyak kens. Minyak keris, juga melindungi bilah terhadap karat.
KEGUNAAN KERIS
Sebagai awal dapat diketahui bah-wa salah satu kegunaan kens untuk ke-lengkapan pakaian tradisional, baik bagl suku bangsa Jawa maupun suku bang-sa lainnya di Indonesia dan beberapa Negara Asia Tenggara. Jaman sekarang ini, keris dipakai terutama pada acara-acara pemikahan.
Keris dalam budaya Jawa dan beberapa suku bangsa Indonesia lainnya, juga dapat berlaku sebagai duta atau utusan pribadi Misalnya seorang utu-san raja baru di anggap resmi bilamana utusan itu membawa keris tertentu dari rajanya. Seiaku utusan pribadlm keris juga dapat mewakill seseoirang pria pada waktu memmang seorang gtadis, dan mewakill dinnya di pelaminan pada saat pemikahan.
Sebagai ikatan kekeluargaan, dalam tradisi Jawa sebllah kens kadang-kadang diberikan oleh seorang mer-tuan kepada menantu leiakmya. Kens yang demikian disebut cunduk ulel atau kancing gelung. Sabenarnya masih banyak lagi fungsl keris dalam budaya dan tradisi kita.
Memandikan pusaka, biasanya hanya dengan air dan kembang seiaman. Sedangkan mewarangi keris. adalah merendam bilah keris dalam larutan kliusus warangan agar pamor muncul. Bilah kerisyangmau diwarangi. pertama-tama harus "dipuUhkan" dulu dengan jalan dibersihkan dan dislkat dengan air jeruk serta sabun (dulu dipakai juga kelerak). Setelah bltah menjadi putih dan bebas karat, barulah Man direndam dalam larutan warangan yang dituang dl blandongan (tempat mewarangi keris dan kayu, atau boleh juga pralon talang). Tentu sa/a, mewarangi ada "Hmu'nya tersendiri, yang hanya dikuasai ofeh ahli mewarangi. Silahkan. percayakan bilah Anda untuk diwarangi oteh ahiinya, Salah-salah, bilah keris Anda malah rusak Jika sembarangan diwarangi. alau terlalu sering diwarangi. Kens cukup diwarangi lima atau sepuluh tahun sekali. bila pertu. Dan jangan lupa bilah keris diminyaki dengan minyak keris, yang biasanya dibumbui aroma pilihan menurut selera pemilik keris.
MENGELUARKAN KERIS DAR1 WARANGKA
Intinya, menghormati benda pusaka. Boleh Anda lakukan boleh tidak. Itulah cara yang biasa dilakukan kaiangan perkerisan, untuk juga menghormat pemilik keris pusaka yang Anda buka. Tentunya, pemilik pun akan tersanjung puia. jika keris miliknya dihormati. Tenlang kenapa mesti ditarik ke sisi kanan tellnga, anggap saja itu sebagai cara yang khas dilakukan oleh kaiangan perkerisan. Seperti halnya militer yang menarik tangan kanannya. dart member) hormat di depan wajah, apabila bertemu sesama militer atau atasannya.
KERIS BISA BERDIRI
Salah satu keistimewaan keris, meski bentuk bilahnya asimetris. la memihki keseimbangan. Salah satu buktinya, bisa diberdirikan di atas warangka meski jika dilihat. posisinya condong. Jadi, kens berdiri bukan karena kerisnya sakti.Itu semata-mata keseimbangan. Memang tidak semua keris bisa diperiakukan seperti itu. apalagi keris-keris yang berharga. Salah-salah. jika terjatuh karena coba-coba diberdirikan malah rusak. Kan sayang.
KENA WARANGAN
Warangan, pada hakikatnya adalah racun. Berbahaya apabila tertusuk atau tergores keris yang sudah diwarangi. Cairan warangan yang pekat, jika Anda pegang, akan memmbulkan kulli gatal-gatal. Warangan memang bersifat korosif, danabrasif. Meski memperindah bilah keris sahingga gurat-gurat pamomya muncul. warangan juga "memakan" bilah. Maka, keris yang terlalu sering diwarangi akan semakin keropos. Warangan yang kering di bilah, tidak begitu membuat kulit gatal. Apalagi kalau sudah diminyaki dengan minyak kens. Minyak keris, juga melindungi bilah terhadap karat.
KEGUNAAN KERIS
Sebagai awal dapat diketahui bah-wa salah satu kegunaan kens untuk ke-lengkapan pakaian tradisional, baik bagl suku bangsa Jawa maupun suku bang-sa lainnya di Indonesia dan beberapa Negara Asia Tenggara. Jaman sekarang ini, keris dipakai terutama pada acara-acara pemikahan.
Keris dalam budaya Jawa dan beberapa suku bangsa Indonesia lainnya, juga dapat berlaku sebagai duta atau utusan pribadi Misalnya seorang utu-san raja baru di anggap resmi bilamana utusan itu membawa keris tertentu dari rajanya. Seiaku utusan pribadlm keris juga dapat mewakill seseoirang pria pada waktu memmang seorang gtadis, dan mewakill dinnya di pelaminan pada saat pemikahan.
Sebagai ikatan kekeluargaan, dalam tradisi Jawa sebllah kens kadang-kadang diberikan oleh seorang mer-tuan kepada menantu leiakmya. Kens yang demikian disebut cunduk ulel atau kancing gelung. Sabenarnya masih banyak lagi fungsl keris dalam budaya dan tradisi kita.
Selasa, 22 Maret 2011
JENIS - JENIS PAMOR MIRING
pamor miring, laminasi sejajar ke sudut ke permukaan datar dari pisau, jenis ini jauh lebih rumit dan biasanya membutuhkan mahar yang agak mahal. Adapun jenis - jenis pamor miring dapat dilihat dibawah ini...
SILAHKAN BUKA HALAMAN DIBAWAH INI....( copy scip dibawah ini )
http://old.blades.free.fr/keris/introduction/wilah/pamor_miring.htm
Matur Suwun....
SILAHKAN BUKA HALAMAN DIBAWAH INI....( copy scip dibawah ini )
http://old.blades.free.fr/keris/introduction/wilah/pamor_miring.htm
Matur Suwun....
Tosan Aji Kalian Detailipun
nyuwun sewu poro sesepuh mboten saget nampilaken layaripun .scrip meniko panjenengan copy rumiyen trus panjenengan bukak Tab inggal nembe panjenengan Paste lan enter.
http://www.karatonsurakarta.com/keris.html
Kawulo taseh belajar menawi kelintu nyuwun di benerke kalian poro sesepuh seng sampun nyerat blog kawulo meniko .suwun
http://www.karatonsurakarta.com/keris.html
Kawulo taseh belajar menawi kelintu nyuwun di benerke kalian poro sesepuh seng sampun nyerat blog kawulo meniko .suwun
Langganan:
Postingan (Atom)



